Beberapa hari belakangan saya cukup banyak menonton video2 keren, termasuk beberapa music video, cuplikan pertandingan sepakbola, film pendek, maupun film panjang. Dari beberapa di antaranya, ada dua video yang bener2 bikin menganggu pikiran saya. Keduanya sama2 teaser buat sebuah karya yang belum dirilis. Dan sebagai teaser, dua video ini sangat berhasil membuat saya penasaran dan engga sabar untuk menikmati versi lengkapnya.
1. The Raid Official Trailer
The Raid adalah film panjang ketiga Gareth Evans, seorang sutradara asal Inggris, atau film keduanya yang diproduksi di Indonesia setelah Merantau. Film yang di Indonesia punya judul Serbuan Maut ini, saat ini sedang berkeliling di festival-festival film internasional sebelum dirilis resmi di Indonesia. Saat ini para kru The Raid sedang menikmati banyak pujian setelah filmnya diputar di Toronto International Film Festival.
Saya sendiri sih dulu kecewa sama Merantau, yaa mungkin ekspektasi yang ketinggian aja pas sebelum nonton. Tapi trailer The Raid ini emang bener2 mantap dan menjanjikan tontonan yang sangat mengasyikkan. Sepertinya ini akan jadi film laga paling keren di Indonesia sejak Sisworo Gautama Putra bikin Jaka Sembung 1981 dulu. Kita belum tahu memang, tapi pantas ditunggu.
Eh, temen2 yang seumuran sama saya mungkin agak engga asing sama musik latarnya? Tahun 2000 - 2004an musik2 begini sering kedengeran di radio hehe... Iya, saya baru tau nih kalo Mike Shinoda dari Linkin Park yang ngisi musik latar buat film ini.
2. The Ataris - Pre-Production
Ini adalah video 50 detik yang diupload The Ataris di akun vimeo mereka, di mana Kris Roe dan Bob Hoag sedang mengerjakan sepotong "bridge" pada sebuah lagu baru untuk album terbaru mereka The Graveyard of The Atlantic. Pada obrolan lingkar dalam para penggemar, video singkat ini cukup membuat heboh karena sedikit banyak kasih bocoran akan seperti apa album baru nantinya.
Para penggemar puritan tentu akan kecewa karena sepertinya The Ataris jelas engga akan kembali ke era-era awal saat mereka masih membawakan pop punk yang upbeat dan straightforward. Dari cuplikan video ini sih album baru akan lebih mendekati Welcome The Night yang fenomenal itu. Kalo kata temen saya yang ngerti musik sih, rekaman ini kedengeran seperti This Will Destroy You, Mogwai, dan Explosion in the Sky. Buat fan dengan kuping moderat seperti saya, ini bukan suatu masalah. Video ini malah bikin saya semakin engga sabar denger album baru mereka.
Minggu, 11 September 2011
Video - Video Penggoda
Label:
film,
gareth evans,
musik,
penggoda,
the ataris,
the raid,
trailer,
video
Sabtu, 06 Agustus 2011
Festival
Festival sudah dimulai. Jutaan peserta antusias mengikutinya dengan berbagai motif dan alasan. Pada umumnya adalah perasaan terharuskan, sebagian tulus menangkap momentum, sebagian lainnya mengikuti dalam keberpuraan. Mungkin saya termasuk golongan yang ketiga, tetapi seperti biasanya para pembohong, alasan selalu saja tersedia. Saya lebih suka disebut sedang ikut meramaikan. Ya, meramaikan saja, tanpa antusiasme, tanpa intensi tertentu. Saya peserta tidak resmi, sebab saya tidak terdaftar sebagai anggota. Seberapa keraspun saya beranggapan bahwa saya anggota, untuk saat ini tidak akan mungkin saya masih termasuk anggota. Mungkin orang lain akan menyarankan saya untuk berhenti. Sia-sia saja mengikuti sesuatu yang tidak dipercaya.
Oh, kalau soal festival ini, saya percaya betapa kerennya festival ini. Begitu pula berbagai acara lainnya. Hanya saja saya sedang meragukan kesahihan klaim dari pihak penyelenggara. Bukan hal yang mudah untuk percaya pada sesuatu yang bisa saja diceritakan oleh siapapun. Sebenarnya, saya bahkan sudah tidak mengikuti berbagai acara lain dalam kurang lebih 3 tahun terakhir. Selama 3 tahun terakhir pula saya masih mengikuti festival ini. Bedanya, saya masih senang hati menjalankannya - walaupun tanpa antusiasme. Mungkin orang akan menyarankan saya untuk berhenti. Sia-sia, katanya. Tetapi tidak seperti berbagai acara lainnya, sejarah keikutsertaan saya dalam festival ini lebih banyak memberi kesan. Ada sesuatu di sini yang membuatnya tidak mudah untuk begitu saja ditinggalkan setelah bertahun-tahun keikutsertaan sebagai peserta. Mungkin orang bilang sia-sia. Sejujurnya, saya pun masih terus bertanya.
Oh, kalau soal festival ini, saya percaya betapa kerennya festival ini. Begitu pula berbagai acara lainnya. Hanya saja saya sedang meragukan kesahihan klaim dari pihak penyelenggara. Bukan hal yang mudah untuk percaya pada sesuatu yang bisa saja diceritakan oleh siapapun. Sebenarnya, saya bahkan sudah tidak mengikuti berbagai acara lain dalam kurang lebih 3 tahun terakhir. Selama 3 tahun terakhir pula saya masih mengikuti festival ini. Bedanya, saya masih senang hati menjalankannya - walaupun tanpa antusiasme. Mungkin orang akan menyarankan saya untuk berhenti. Sia-sia, katanya. Tetapi tidak seperti berbagai acara lainnya, sejarah keikutsertaan saya dalam festival ini lebih banyak memberi kesan. Ada sesuatu di sini yang membuatnya tidak mudah untuk begitu saja ditinggalkan setelah bertahun-tahun keikutsertaan sebagai peserta. Mungkin orang bilang sia-sia. Sejujurnya, saya pun masih terus bertanya.
Selasa, 12 Juli 2011
Random Thoughts #2
Entah kenapa, hal2 yang berkeliaran di pikiran saya belakangan selalu berhubungan dengan sepakbola, atau football, atau kata fukkin' yanks : soccer. Jadinya ya artikel Random Thoughts edisi kedua ini temanya sepakbola.
1. Djohar Arifin Who-sein itu siapa ya? Sebelum kongres kayanya masyarakat lebih kenal Agusman Effendi atau Erwin Aksa. eh, tau2 ini orang jadi Ketua Umum PSSI aja. Kita semua tau kalo pasangan ketua dan wakil yang baru menang karena dukungan kuat dari G-78, gerombolan yang notabene bahkan sampe H - 2 itu masih ngotot majuin pasangan AP - GT. Ngeliat kengototan mereka sampe berani nantangin FIFA kemaren rasanya kok engga salah kalo saya curiga sama pilihan baru mereka. Tapi buat apa sih kita berprasangka buruk? mari kita optimis aja sama pengurus baru, yang terpilih lewat prosedur yang bener. Biarkan mereka membuktikan bahwa mereka pantas terpilih. Toh sebenernya, rekam jejaknya di dunia olahraga ternyata engga main2. Buat pengurus baru selamat yaa, jangan lupa makan2nya.
2. Saya punya beberapa temen yang berusaha keren dengan cara "menjadi orang lain". Nyontek sih oke2 aja ya, tapi nyontek yang baik sih dari berbagai sumber, kalo mengkopi habis2an satu sumber cuma akan berakhir pada kegagalan. Contoh paling aktual udah jelas Timnas Argentina. Memaksakan diri jadi Barcelona cuma membawa mereka pada hasil imbang di dua laga pertama grup A Copa Amerika 2011, soalnya mereka bukan Barcelona. Mereka engga cuma gagal, tapi juga kelihatan sangat menyedihkan. Setelah dengan sedikit perubahan, buktinya mereka bisa menang besar di laga terakhir lawan Kosta Rika dan lolos ke babak selanjutnya. Jadi, masih mau jadi orang lain?
3. Saya lagi dalam situasi yang sama seperti Carlos Tevez nih. Kami engga punya masalah dengan pekerjaan atau tempat tinggal kami yang sekarang. Keren2 aja tuh, dan menyenangkan juga. Masalahnya, kami kesepian. Tevez pengen pindah dari Manchester City biar deket sama keluarganya yang engga betah di kota Manchester, saya pengen pindah dari Cilacap dan balik ke Semarang karena temen- temen tercinta saya ada di sana. Tetep aja ya, nyempilin curhatan tiap ada kesempatan hehe...
4. Setelah saya coba melakukan analisis mendalam dengan melihat lagi rekaman2 pertandingan dan rekap statistik Liga Inggris musim lalu, saya sampai pada satu kesimpulan yang mengungkap resep utama sehingga MU bisa jadi juara. Yaitu bahwa ternyata, Manchester United bisa jadi juara Barclays Premier League 2010/2011 karena mereka ikut dalam kompetisi Barclays Premier League 2010/2011. Mungkin rahasia itu bisa menjawab pertanyaan, "kenapa PSCS Cilacap engga berhasil juara ISL musim lalu?"
5. Random Quote: "Winning doesn't really matter as long as you win." - Vinny Jones
1. Djohar Arifin Who-sein itu siapa ya? Sebelum kongres kayanya masyarakat lebih kenal Agusman Effendi atau Erwin Aksa. eh, tau2 ini orang jadi Ketua Umum PSSI aja. Kita semua tau kalo pasangan ketua dan wakil yang baru menang karena dukungan kuat dari G-78, gerombolan yang notabene bahkan sampe H - 2 itu masih ngotot majuin pasangan AP - GT. Ngeliat kengototan mereka sampe berani nantangin FIFA kemaren rasanya kok engga salah kalo saya curiga sama pilihan baru mereka. Tapi buat apa sih kita berprasangka buruk? mari kita optimis aja sama pengurus baru, yang terpilih lewat prosedur yang bener. Biarkan mereka membuktikan bahwa mereka pantas terpilih. Toh sebenernya, rekam jejaknya di dunia olahraga ternyata engga main2. Buat pengurus baru selamat yaa, jangan lupa makan2nya.
2. Saya punya beberapa temen yang berusaha keren dengan cara "menjadi orang lain". Nyontek sih oke2 aja ya, tapi nyontek yang baik sih dari berbagai sumber, kalo mengkopi habis2an satu sumber cuma akan berakhir pada kegagalan. Contoh paling aktual udah jelas Timnas Argentina. Memaksakan diri jadi Barcelona cuma membawa mereka pada hasil imbang di dua laga pertama grup A Copa Amerika 2011, soalnya mereka bukan Barcelona. Mereka engga cuma gagal, tapi juga kelihatan sangat menyedihkan. Setelah dengan sedikit perubahan, buktinya mereka bisa menang besar di laga terakhir lawan Kosta Rika dan lolos ke babak selanjutnya. Jadi, masih mau jadi orang lain?
3. Saya lagi dalam situasi yang sama seperti Carlos Tevez nih. Kami engga punya masalah dengan pekerjaan atau tempat tinggal kami yang sekarang. Keren2 aja tuh, dan menyenangkan juga. Masalahnya, kami kesepian. Tevez pengen pindah dari Manchester City biar deket sama keluarganya yang engga betah di kota Manchester, saya pengen pindah dari Cilacap dan balik ke Semarang karena temen- temen tercinta saya ada di sana. Tetep aja ya, nyempilin curhatan tiap ada kesempatan hehe...
4. Setelah saya coba melakukan analisis mendalam dengan melihat lagi rekaman2 pertandingan dan rekap statistik Liga Inggris musim lalu, saya sampai pada satu kesimpulan yang mengungkap resep utama sehingga MU bisa jadi juara. Yaitu bahwa ternyata, Manchester United bisa jadi juara Barclays Premier League 2010/2011 karena mereka ikut dalam kompetisi Barclays Premier League 2010/2011. Mungkin rahasia itu bisa menjawab pertanyaan, "kenapa PSCS Cilacap engga berhasil juara ISL musim lalu?"
5. Random Quote: "Winning doesn't really matter as long as you win." - Vinny Jones
Kamis, 30 Juni 2011
Random Thoughts #1
Lho, katanya mau posting tulisan tentang Maxalmina ? Ah, ntar aja itu, masih males. Sekarang saya mau ngenalin satu kategori baru artikel di blog ini yang saya kasih nama Random Thoughts. Sesuai namanya, artikel kategori ini ntar isinya macem2, engga ada batasan tema dan jenis tulisan. Jadi isinya bisa opini, bisa pernyataan, bisa pertanyaan, bisa informasi, bisa juga (kebanyakan sih) seperti biasa curhat. Tulisan ini bisa aja ngomongin politik, agama, budaya, romansa, film, musik atau juga olahraga.
Alasan kenapa saya bikin artikel kategori ini sebenernya gara2 saya merasa kalo pikiran saya kadang dilintasi banyak hal yang pengen saya ceritain ke orang2. Tapi kebanyakan hal-hal yang saya pikirin itu engga terlalu penting buat dibahas, jadi mau dibikin satu tulisan khusus di blog rasanya terlalu pendek, mau ditulis di status pesbuk kayanya terlalu panjang. Nah, daripada menuh2in pikiran mending saya tulis aja bermacam hal yang engga saling berhubungan itu, tapi digabungin sekaligus dalam satu tulisan. Untuk edisi pertama, hal2 ini yang ada dalam pikiran saya :
1. Saya tiba-tiba punya teori tentang logika orang bohong. Jadi gini, seseorang yang lagi boong biasanya kalo udah tersudut akan menunjukkan sikap, melakukan sesuatu, atau mengeluarkan pernyataan tertentu. Tindakan itu menurut logika orang bohong (dan logika umum juga sih sebenernya) akan mengesankan bahwa dia ini engga seperti yang dikira dan orang lain akan percaya dia engga bohong. Cuman masalahnya, kebanyakan tindakan ini dilakukan secara sembarangan dan terburu-buru yang malah bikin orang lain justru makin curiga. Bentuknya sih bisa macem2 ya, kalo yang saya paling sering tau sih contohnya kalimat2 gini :
"ya udah, kalo kamu engga percaya sama aku, besok2 aku bohong aja sekalian !"
Lho? Bukannya itu justru nunjukkin kalo dia emang udah bohong dari kemaren2 ???
2. Eh, saya mau nanya, kenapa sih, orang suka ngucapin selamat ulang tahun pas jam 00:00 ? Biar jadi orang yang ngucapin pertama kali? Ya seterah kalian lah, tapi sori nih ye, tapi menurut saya itu berlebihan. Bener sih itungan hari tuh mulai dari jam 00:00 tengah malem itu, tapi kalo ngomongin ulang tahun harusnya sih beda urusan. Saat orang pengen jadi yang pertama ngucapin selamat ulang tahun pada hari ulang tahun orang lain, maka satuan waktu yang dihitung itu tahun, bukan hari. Jadi, itu dihitung dari waktu orang itu untuk pertama kali keluar dari rahim ibunya alias tepat pada waktu dia dilahirkan, bukan hari dia dilahirkan. Misal dulu seseorang lahir 08 Juni jam 15:05 WIB, berarti dia baru ulang tahun pada waktu itu. Kalo ada yang ngucapin tanggal 08 Juni jam 00:00 berarti kecepetan dong?
3. Kenapa semua anak pengen jadi pemaen bola? Kenapa engga ada yang pengen jadi wasit? Padahal wasit itu juga bukan sesuatu yang lebih rendah dari pemaen bola lho. Malah lebih keren kayaknya, dia lebih cape lari2 tanpa nyentuh bola, harus jeli, harus adil, salah dikit bisa diancam suporter atau bahkan digebukin. Ada pengaruh orang tua dan masyarakat juga sih sebenernya, kita suka nganggep tinggi status tertentu. Kayanya generasi kita harus mulai ngajarin ke penerus2 kita ntar bahwa mereka punya pilihan. Bahwa mereka, mau jadi the next Bambang Pamungkas atau the next Jimmy Napitupulu itu sama kerennya.
4. Random Quote : "Some people are like clouds. When they disappear, it's a brighter day" (Sumber : lupa tuh)
Alasan kenapa saya bikin artikel kategori ini sebenernya gara2 saya merasa kalo pikiran saya kadang dilintasi banyak hal yang pengen saya ceritain ke orang2. Tapi kebanyakan hal-hal yang saya pikirin itu engga terlalu penting buat dibahas, jadi mau dibikin satu tulisan khusus di blog rasanya terlalu pendek, mau ditulis di status pesbuk kayanya terlalu panjang. Nah, daripada menuh2in pikiran mending saya tulis aja bermacam hal yang engga saling berhubungan itu, tapi digabungin sekaligus dalam satu tulisan. Untuk edisi pertama, hal2 ini yang ada dalam pikiran saya :
1. Saya tiba-tiba punya teori tentang logika orang bohong. Jadi gini, seseorang yang lagi boong biasanya kalo udah tersudut akan menunjukkan sikap, melakukan sesuatu, atau mengeluarkan pernyataan tertentu. Tindakan itu menurut logika orang bohong (dan logika umum juga sih sebenernya) akan mengesankan bahwa dia ini engga seperti yang dikira dan orang lain akan percaya dia engga bohong. Cuman masalahnya, kebanyakan tindakan ini dilakukan secara sembarangan dan terburu-buru yang malah bikin orang lain justru makin curiga. Bentuknya sih bisa macem2 ya, kalo yang saya paling sering tau sih contohnya kalimat2 gini :
"ya udah, kalo kamu engga percaya sama aku, besok2 aku bohong aja sekalian !"
Lho? Bukannya itu justru nunjukkin kalo dia emang udah bohong dari kemaren2 ???
2. Eh, saya mau nanya, kenapa sih, orang suka ngucapin selamat ulang tahun pas jam 00:00 ? Biar jadi orang yang ngucapin pertama kali? Ya seterah kalian lah, tapi sori nih ye, tapi menurut saya itu berlebihan. Bener sih itungan hari tuh mulai dari jam 00:00 tengah malem itu, tapi kalo ngomongin ulang tahun harusnya sih beda urusan. Saat orang pengen jadi yang pertama ngucapin selamat ulang tahun pada hari ulang tahun orang lain, maka satuan waktu yang dihitung itu tahun, bukan hari. Jadi, itu dihitung dari waktu orang itu untuk pertama kali keluar dari rahim ibunya alias tepat pada waktu dia dilahirkan, bukan hari dia dilahirkan. Misal dulu seseorang lahir 08 Juni jam 15:05 WIB, berarti dia baru ulang tahun pada waktu itu. Kalo ada yang ngucapin tanggal 08 Juni jam 00:00 berarti kecepetan dong?
3. Kenapa semua anak pengen jadi pemaen bola? Kenapa engga ada yang pengen jadi wasit? Padahal wasit itu juga bukan sesuatu yang lebih rendah dari pemaen bola lho. Malah lebih keren kayaknya, dia lebih cape lari2 tanpa nyentuh bola, harus jeli, harus adil, salah dikit bisa diancam suporter atau bahkan digebukin. Ada pengaruh orang tua dan masyarakat juga sih sebenernya, kita suka nganggep tinggi status tertentu. Kayanya generasi kita harus mulai ngajarin ke penerus2 kita ntar bahwa mereka punya pilihan. Bahwa mereka, mau jadi the next Bambang Pamungkas atau the next Jimmy Napitupulu itu sama kerennya.
4. Random Quote : "Some people are like clouds. When they disappear, it's a brighter day" (Sumber : lupa tuh)
Label:
bohong,
logika,
random thoughts,
ulang tahun,
wasit
Selasa, 14 Desember 2010
Review Film : Clerks
I'm not even supposed to be here today! (Dante Hicks)
Kerja itu nyenengin atau nyebelin? Bisa dua-duanya. Pada dasarnya, sistem kerja itu nyebelin, karena kita harus melakukan hal-hal yang engga menyenangkan untuk bisa memenuhi kebutuhan yang sebenernya emang udah hak kita. ok, mungkin beberapa pekerjaan itu menyenangkan, tapi tetep aja membosankan kalo tiap hari harus melakukan hal yang sama, apalagi kalau kerja ke orang alias jadi pegawai, di mana kita harus patuh sama perintah yang kadang engga masuk akal. Sebelnya akan jadi combo kalau kerjanya itu harus menghadapi pelanggan, siap-siap aja bermasalah dengan pelanggan, bisa dimarah-marahin, atau sebel sendiri sama kelakuan pelanggan yang beda-beda karakternya. Hal itu lah yang sehari-hari dialami Dante Hicks, seorang pegawai minimarket Quick Stop, kalau di sini kayak Alfamart mungkin. Dan suatu hari, adalah hari yang paling nyebelin buat dia.
Hari itu Dante engga ada jadwal kerja, tapi dia terbangun karena ada telpon dari bosnya untuk gantiin rekannya yang engga bisa masuk. Dante males banget dateng, capek dia, lagian siangnya dia ada jadwal main hockey. Tapi, pak bos ini janji dia akan datang buat gantiin Dante jam 12, jadi Dante akhirnya mau aja dateng kerja, walaupun bukan jadwalnya dia. Dante belum tahu bahwa nantinya pada hari yang dia seharusnya-engga-ada-di-sini itu akan menjadi hari yang bener-bener aneh, melelahkan, dan sangat nyebelin.
Baru mau buka toko aja rolling door-nya engga bisa dibuka karena ada orang iseng yang nempelin permen karet di lubang kunci gemboknya. Karena takut dikira tutup sama pelanggan, akhirnya dia nulis WE ASSURE YOU, WE'RE OPEN! gede banget di selembar kain putih buat dipasang di depan toko, nulisnya pake semir sepatu. Kemudian dateng seseorang yang pesen kopi dan meminumnya di situ. Pelanggan kayak gitu engga bakal jadi masalah sih sebenernya, kalau dia engga ganggu pelanggan lain. Nah masalahnya ini pelanggan sok tau banget, dengan gayanya yang udah kayak penyuluh dari Dinas Kesehatan, tiap ada pelanggan lain yang dateng beli rokok, maka si pembeli kopi ini langsung ngasih wejangan kalo rokok itu bahaya. Hebatnya, dia berhasil mempengaruhi banyak orang yang beli rokok, sampe terbentuk forum diskusi dadakan pula di situ cuma pada ngobrolin bahaya rokok, yang ujungnya para pembeli lain rame-rame beli permen karet yang harganya jauh lebih murah sebagai ganti beli rokok. Dante yang di sini posisinya adalah penjual udah pasti sebel banget ada orang-orang kayak gitu, tapi itu belum seberapa karena itu masih pagi, dan masih banyak "bahaya" yang menantinya di depan.
Dante yang masih emosi itu agak tenang saat kekasihnya, Veronica mampir ke Quick Stop sebelum dia kuliah. Obrolan mereka yang sebenernya malah biasa aja malah bikin pasangan ini ribut. Persoalannya, Dante sejak sebelum mereka pacaran sampe saat itu udah tidur sama 12 wanita termasuk Veronica, sedangkan Veronica baru 3 pria termasuk Dante, cuma, Veronica udah went down ke 37 pria.. haha... Seperginya Veronica, mari kita berkenalan dengan Randal Graves, temen baiknya Dante sekaligus penjaga RST Video Store yang letaknya sebelah Quick Stop persis. Kayaknya sih ini minimarket sama rental video masih satu manajemen. Beda banget sama Dante yang live by rules, Randal ini cueknya kebangetan.
Dante selalu yakin bahwa "title dictates behavior", jadi kalau penjaga toko ya harus bertindak selayaknya penjaga toko, harus ramah, melayani pelanggan dengan baik, senyum, sopan. Randal engga percaya kayak gitu, dia memilih untuk bertindak seenaknya. Telat dateng kerja itu bukan hal yang bikin dia merasa bersalah, pas telatpun dia masih sempet-sempetnya godain pelanggan yang lagi antri mau minjem film dengan pura-pura mau pinjem film yang sama, pura-pura sama-sama lagi nungguin penjaga rental yang telat, dan ngajak taruhan siapa yang bakal dapet pinjem film itu. Randal juga seenaknya engga mau melayani pelanggan yang tanya film mana yang lebih bagus di antara dua film, pun saat dia gantiin Dante jaga Quick Stop, dia cuek aja melayani pelanggan sambil baca koran, itu bikin dia engga sadar kalau dia menjual rokok pada gadis kecil usia 5 tahun. Karena sebenernya Dante yang jaga Quick Stop, Dante lah yang kena denda dari pemerintah karena dikira dia yang melakukan itu. Dan yang paling asik, kalau ada penjaga rental video yang pinjem video ke rental lain itu kayaknya cuma Randal.. Haha..
Bego emang keliatannya, tapi Randal selalu punya argumen untuk setiap tindakan "asal" yang dia lakukan. Randal berhasil bikin Dante mengakui bahwa pekerjaan mereka itu sebenernya asik, yang bikin engga asik itu sebenernya pelanggannya. Bukan semua pelanggan sih, cuma misal, pelanggan yang nanyanya engga jelas, engga rinci, tapi harus dapet barang itu, atau nanya hal yang sebenernya tu gampang banget ditemui jawabannya. Dalam kasus Randal, ada yang nanya dimana rak film-film new release, saat dia berada di depan rak itu! atau dalam kasus Dante, ada yang nanya berapa harga suatu barang diskon, saat dia berdiri dibawah tulisan gede banget yang nyantumin harga barang itu. Hahaha... saya sering banget nih dulu waktu jaga warnet dapet pelanggan-pelanggan kayak gini, mereka engga bodoh sih, cuma mereka itu males banget memperhatikan sesuatu yang udah jelas banget. Dengan kecuekan dan argumen-argumen gilanya, saya bisa bilang Randal udah berhasil jadi salah satu daya tarik utama yang bikin film ini punya penggemar-penggemar fanatik kayak saya. Randal ini kayak semacam superhero's sidekick buat Dante yang bikin film lebih hidup, tapi Randal lebih keren daripada Robin-nya Batman.
Di Clerks engga cuma ada Dante sama Randal. Di depan Quick Stop dan RST Video Store itu ada Jay dan Silent Bob. Dua sahabat yang jualan narkoba eceran. Jay, orangnya kurus ngomong mulu, ngomongnya jorok pula. Engga beda jauh sih sebenernya sama Randal, dua-duanya hobi ngomong kata-kata yang temanya kelamin. Sedangkan rekannya Silent Bob orangnya gendut dan justru diem melulu, lebih sering pake gerakan atau ekspresi muka buat nanggepin pertanyaan orang lain. Sepanjang film ini, Silent Bob cuma ngomong satu kalimat, tapi maknanya besar dan berpengaruh besar buat Dante. Sambil nunggu pelanggan, mereka paling seneng nyetel Boombox sambil joget-joget. Selain itu masih ada Caitlin, mantan kekasih Dante pas SMA yang masuk juga dalam cerita dan nantinya memberi dan diberi banyak kejutan dan hal-hal menarik di Quick Stop.
Film debut Kevin Smith ini pada masanya -dan sampai saat ini- berhasil mendapat tempat di banyak hati para penonton film. Film ini kalau saya intinya orang kerja dan segala permasalahan yang dihadapinya, nah, di film ini adalah mereka yang kerjaannya jadi clerks. Saya nontonnya film ini pertama kali sebenernya udah berbulan-bulan yang lalu saat saya masih jadi operator warnet, dan situasi itu yang bikin film yang emang dasarnya udah asik ini jadi lebih keren. Saya dalam hati bilang "wah iya tuh, gitu emang" waktu Randal mulai ngeluarin teori pelanggan yang menyebalkan-nya. saya ngerti banget malesnya Dante bangun pagi buat buka Quick Stop, dan hal-hal lain yang terjadi hari itu termasuk lampu toilet Quick Stop yang rusak. Sederhananya, ada keterkaitan antara saya dan Clerks karena saya seorang clerk. Kalau kamu pengen ngerti susahnya jadi clerks, tonton aja film ini, keliatannya gampang tinggal melayani pembeli sebaik mungkin, tapi engga gitu. Dan asal tau aja, hanya karena kami melayani anda, bukan berarti kami senang dengan anda, itu cuma tuntutan profesi.. haha.. Dan Clerks waktu itu berhasil bikin saya sangat penasaran hingga akhirnya membawa saya ngumpulin (baca: download) karya-karya Kevin Smith yang lain kayak Dogma, Mallrats, Clerks 2 dan lainnya. Ternyata emang film pertama itu sekaligus film terbaik dia, seengganya menurut pendapat saya.
Kelebihan film ini adalah dialognya, Kelebihan ini juga jadi hal yang nyebelin sebenernya, soalnya sepanjang film saya jadi lebih konsen baca subtitle daripada ngeliatin gambar, padahal ini film, motion picture, jadi kita harus nonton gambarnya. Mau diliat apanya? gambarnya aja item putih burem gitu, udah gitu kekonyolan teknis masih ada kayak ada bayangan kameramen keliatan lagi ngesyut gambar di kaca. Lokasi adegan juga cuma minimarket rental video. Akting juga biasa aja. Tapi dialognya, dialog-dialognya bener-bener cerdas, bikin engga bosen setengah jam nonton orang ngobrol doang. Ini film komedi, jadi dialognya ya yang bikin kita ketawa, minimal senyum, dan itu sangat berhasil. Obrolannya sebenernya biasa aja, kayak kita-kita kalau lagi ngobrol sama temen, atau rekan kerja, atau orang-orang yang baru ketemu, kadang ngobrol serius kadang hal-hal remeh temeh, ngobrolin film, berita, gosipin temen dan ngomong kadang jorok. Mungkin justru itu yang bikin penonton suka, karena seolah sedang ikut ngobrol. Beneran deh, ini salah satu film paling lucu yang pernah saya tonton, dan belum bosen saya tonton walaupun udah 3 kali nontonnya, dan jelas masuk ke salah satu film pada daftar film-film yang saya favoritkan. Film yang sangat saya rekomendasikan.
Clerks on IMDB
Minggu, 04 Juli 2010
Perampokan Bank Itu Keren
Dulu, waktu mau daftar kuliah, saya dihadapkan pada pilihan-pilihan jurusan. Saya yang waktu itu masih sangat muda emang tipikal remaja engga jelas yang hidupnya datar aja, engga punya minat atau ketertarikan yang sangat pada suatu hal. Imbasnya, saya dulu pilih jurusan berdasarkan saran orang tua dan logika ngawur anak 17 tahun. Saya pilih jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Semarang dengan pertimbangan bahwa passing grade-nya rendah dan untuk nantinya yang namanya sarjana ekonomi itu akan gampang dapet kerja. Alasan yang masih bisa diterima sebenernya.
Menurut anggapan yang beredar di masyarakat itu kan pilih kuliah itu harusnya sesuai minat, biar kita seneng melakukannya dan hasilnya memuaskan baik secara akademis maupun kejiwaan. Tapi dulu saya mah belum kenal kalimat begituan, kalaupun saya ngerti, kan saya engga punya minat, jadi ya ambil jurusan yang kira-kira bisa dimasuki aja lah. Akhirnya saya emang berhasil masuk ke Ekonomi Pembangunan Unversitas Negeri Semarang. Salah jurusan? engga juga. Mungkin saya engga menyerap banyak ilmu ekonomi di situ hahaha.. tapi saya dapat pengalaman berinteraksi dengan orang, penyikapan terhadap situasi tertentu, dan cara menjadi ganteng. Hidup itu engga pernah sia-sia.
Sekarang saya udah lulus kok masih males cari kerja ya? Uh! Lowongan yang saya temui baru seputar, marketing, administrasi, dan rekan2nya. Belum ada yang menarik, mungkin saya aja yang terlalu milih-milih, padahal udah tau fresh graduate tanpa pengalaman. Emang sombong sih saya. Saya bukan tipe orang yang gampang nyesel, tapi kalo liat banyak kerjaan yang cukup menarik itu butuh IP tinggi dan kemampuan-kemampuan khusus, rasanya agak nyesel juga dulu engga mengusahakannya. Tapi berhubung saya orangnya engga nyeselan, jadi ya biasa aja sih, banyak kerjaan lain, tapi ya itu belum ada yang menarik. Kalau kata orang sih, yang penting itu kita bisa menikmati pekerjaan jadi bisa memberi dedikasi dan kontribusi maksimal pada pekerjaan itu dan bagi diri kita sendiri.
Banyak kolega saya yang sekarang menempuh jalan yang sudah terprediksi sejak awal kuliah. Kerja di bank. Profesi yang masih jadi harapan banyak orang, bergengsi, banyak duit. Katanya. Eh, biasanya syarat lamaran kerja itu kan ada ya, poin : berpenampilan menarik. Ini susah nih. Engga adil kalau orangnya pinter tapi engga menarik. Padahal kita semua tau kalau "menarik" itu relatif. Termasuk kerja di bank. Pegawai-pegawai frontliner biasanya ganteng-ganteng sama cantik-cantik. Walau kata cantik buat saya udah mentok di sesuatu, tapi ya, emang pegawai bank itu cantik-cantik. Menipiskan peluang banyak lulusan untuk turut serta berkarier di bidang tersebut. Tapi sejak dalam bekerja itu yang penting totalitas, dedikasi dan perasaan nyaman untuk melakukannya, maka semua orang masih bisa mewujudkan mimpinya untuk berkarier di bank. Tidak harus jadi teller yang harus ramah, atau manager area yang penuh tanggung jawab. Wujudkan mimpi anda berkarier di bank dengan menjadi perampok bank.

Q : Serius?
A : Engga. Tapi seterah anda mau menanggapinya gimana.
Hahaha.. engga jelas nih postingan nulis apa. Tapi yang jelas, perampokan bank itu adalah salah satu kejahatan yang paling keren. Untuk merampok sebuah bank, perlu ada strategi yang sangat matang sebelumnya. Analisis bank yang dipilih untuk dirampok, siapa saja anggota tim yang direkrut, bagaimana metode dan cara perampokan, antisipasi hal buruk, dan rencana pasca perampokan. Di dalam prosesnya perampokan bank tu keren lho, ada dua jenis, pembobolan dan perampokan langsung. Pada pembobolan yang penting adalah bagaimana mengambil uang dan barang di bank tanpa ketahuan pas ambilnya, sedangkan dalam perampokan langsung, ada penerapan taktik dan strategi, ada drama penyanderaan, negosiasi dengan pihak kepolisian, dan teknik meloloskan diri. Sukur-sukur kalo berhasil lolos sebelum polisi dateng.
Pokoknya perampokan bank itu salah satu kejahatan yang paling keren. Perampokan bank juga salah satu kejahatan yang buat saya engga terlalu jahat.. haha.. sama aja sih jahat tapi gini deh : Orang-orang yang merampok di bank terutama adalah orang-orang kaya, ya iyaalaah kalau buat makan aja susah gimana mau nabung, kayak saya. Dalam ekonomi kerakyatan, kesejahteraan itu seharusnya di distribusikan secara merata, dengan mengambil harta orang kaya sedikit udah cukup mendukung program pemerataan kesejahteraan. Makanya kalau pada mau ngerampok bank, pilih bank yang bonafid, jangan bank cabang pembantu yang nasabahnya pedagang dan nelayan. Ini selain karena yang nabung di situ orang-orang kaya, juga biar kamu terkenal, masuk tipi. Pada perampokan bank, nasabah juga tidak langsung merasakan kerugian, karena biasanya bank yang akan menanggung kerugian itu, nasabah mah taunya tabungan/simpanannya utuh. Rasanya cukup adil kalau kita liat ketidakadilan bank yang menerapkan biaya administrasi dan potongan gila-gilaan untuk penyimpanan dan setiap transaksi kita. People should take revenge! Haha...
Tapi tetep aja kejahatan kan? Emang. Saya engga bilang ini bener kok, cuma mengkaji lebih dalam saja mengenai hal ini. Jahat mana sama korupsi sambil tidur tanpa malu?
Bagi yang berminat buat ngerampok bank, jangan lupa direncanakan dengan matang. Banyak-banyak baca buku, koran, berita-berita perampokan bank, dan nonton film-film tentang perampokan bank. Saya ada beberapa saran film nih yang bisa kalian tonton :
Dog Day Afternoon (1975)
Al Pacino, John Cazale
http://www.imdb.com/title/tt0072890/
Inside Man (2006)
Denzel Washington, Clive Owen
http://www.imdb.com/title/tt0454848/
How To Rob A Bank
Nick Stahl, Erika Christensen, Gavin Rossdale
http://www.imdb.com/title/tt0762104/
The Bank Job (2008)
Jason Statham, Saffron Burrows
http://www.imdb.com/title/tt0200465/
Masih banyak sebenernya film-film tentang perampokan bank, masih ada Going By The Book, High Life, dsb. Tapi film-film di atas dan sedikit film-film lain itulah yang udah saya tonton dari film-film bertema ini. Secara engga sadar, ternyata saya cukup banyak menonton film-film perampokan bank, dan mungkin ini salah satu tema favorit saya. Mungkin setelah beberapa kali menonton, saya sampai pada kesimpulan yang udah saya tulis diatas, perampokan bank itu keren! Saya jadi suka dan terus cari film-film seperti ini.
Postingan ini engga bilang perampokan bank itu baik kok, engga juga ngasih cara-cara untuk merampok bank. Kalau ada yang merampok bank setelah membaca tulisan ini, itu di luar tanggung jawab penulis. Cukup lah saya mempertanggungjawabkan kegantengan saya ini. Tapi kalau ada yang emang jadi mau merampok bank ya gapapa sih, seterah, urusannya sendiri-sendiri. Kalau engga berani merampok bank, kamu masih bisa ngelamar kerja di bank, atau kalau engga pengen atau pengen tapi belum keterima, kamu masih bisa nonton film-film tentang perampokan bank.
Karena perampokan bank itu keren!!
Menurut anggapan yang beredar di masyarakat itu kan pilih kuliah itu harusnya sesuai minat, biar kita seneng melakukannya dan hasilnya memuaskan baik secara akademis maupun kejiwaan. Tapi dulu saya mah belum kenal kalimat begituan, kalaupun saya ngerti, kan saya engga punya minat, jadi ya ambil jurusan yang kira-kira bisa dimasuki aja lah. Akhirnya saya emang berhasil masuk ke Ekonomi Pembangunan Unversitas Negeri Semarang. Salah jurusan? engga juga. Mungkin saya engga menyerap banyak ilmu ekonomi di situ hahaha.. tapi saya dapat pengalaman berinteraksi dengan orang, penyikapan terhadap situasi tertentu, dan cara menjadi ganteng. Hidup itu engga pernah sia-sia.
Sekarang saya udah lulus kok masih males cari kerja ya? Uh! Lowongan yang saya temui baru seputar, marketing, administrasi, dan rekan2nya. Belum ada yang menarik, mungkin saya aja yang terlalu milih-milih, padahal udah tau fresh graduate tanpa pengalaman. Emang sombong sih saya. Saya bukan tipe orang yang gampang nyesel, tapi kalo liat banyak kerjaan yang cukup menarik itu butuh IP tinggi dan kemampuan-kemampuan khusus, rasanya agak nyesel juga dulu engga mengusahakannya. Tapi berhubung saya orangnya engga nyeselan, jadi ya biasa aja sih, banyak kerjaan lain, tapi ya itu belum ada yang menarik. Kalau kata orang sih, yang penting itu kita bisa menikmati pekerjaan jadi bisa memberi dedikasi dan kontribusi maksimal pada pekerjaan itu dan bagi diri kita sendiri.
Banyak kolega saya yang sekarang menempuh jalan yang sudah terprediksi sejak awal kuliah. Kerja di bank. Profesi yang masih jadi harapan banyak orang, bergengsi, banyak duit. Katanya. Eh, biasanya syarat lamaran kerja itu kan ada ya, poin : berpenampilan menarik. Ini susah nih. Engga adil kalau orangnya pinter tapi engga menarik. Padahal kita semua tau kalau "menarik" itu relatif. Termasuk kerja di bank. Pegawai-pegawai frontliner biasanya ganteng-ganteng sama cantik-cantik. Walau kata cantik buat saya udah mentok di sesuatu, tapi ya, emang pegawai bank itu cantik-cantik. Menipiskan peluang banyak lulusan untuk turut serta berkarier di bidang tersebut. Tapi sejak dalam bekerja itu yang penting totalitas, dedikasi dan perasaan nyaman untuk melakukannya, maka semua orang masih bisa mewujudkan mimpinya untuk berkarier di bank. Tidak harus jadi teller yang harus ramah, atau manager area yang penuh tanggung jawab. Wujudkan mimpi anda berkarier di bank dengan menjadi perampok bank.
Q : Serius?
A : Engga. Tapi seterah anda mau menanggapinya gimana.
Hahaha.. engga jelas nih postingan nulis apa. Tapi yang jelas, perampokan bank itu adalah salah satu kejahatan yang paling keren. Untuk merampok sebuah bank, perlu ada strategi yang sangat matang sebelumnya. Analisis bank yang dipilih untuk dirampok, siapa saja anggota tim yang direkrut, bagaimana metode dan cara perampokan, antisipasi hal buruk, dan rencana pasca perampokan. Di dalam prosesnya perampokan bank tu keren lho, ada dua jenis, pembobolan dan perampokan langsung. Pada pembobolan yang penting adalah bagaimana mengambil uang dan barang di bank tanpa ketahuan pas ambilnya, sedangkan dalam perampokan langsung, ada penerapan taktik dan strategi, ada drama penyanderaan, negosiasi dengan pihak kepolisian, dan teknik meloloskan diri. Sukur-sukur kalo berhasil lolos sebelum polisi dateng.
Pokoknya perampokan bank itu salah satu kejahatan yang paling keren. Perampokan bank juga salah satu kejahatan yang buat saya engga terlalu jahat.. haha.. sama aja sih jahat tapi gini deh : Orang-orang yang merampok di bank terutama adalah orang-orang kaya, ya iyaalaah kalau buat makan aja susah gimana mau nabung, kayak saya. Dalam ekonomi kerakyatan, kesejahteraan itu seharusnya di distribusikan secara merata, dengan mengambil harta orang kaya sedikit udah cukup mendukung program pemerataan kesejahteraan. Makanya kalau pada mau ngerampok bank, pilih bank yang bonafid, jangan bank cabang pembantu yang nasabahnya pedagang dan nelayan. Ini selain karena yang nabung di situ orang-orang kaya, juga biar kamu terkenal, masuk tipi. Pada perampokan bank, nasabah juga tidak langsung merasakan kerugian, karena biasanya bank yang akan menanggung kerugian itu, nasabah mah taunya tabungan/simpanannya utuh. Rasanya cukup adil kalau kita liat ketidakadilan bank yang menerapkan biaya administrasi dan potongan gila-gilaan untuk penyimpanan dan setiap transaksi kita. People should take revenge! Haha...
Tapi tetep aja kejahatan kan? Emang. Saya engga bilang ini bener kok, cuma mengkaji lebih dalam saja mengenai hal ini. Jahat mana sama korupsi sambil tidur tanpa malu?
Bagi yang berminat buat ngerampok bank, jangan lupa direncanakan dengan matang. Banyak-banyak baca buku, koran, berita-berita perampokan bank, dan nonton film-film tentang perampokan bank. Saya ada beberapa saran film nih yang bisa kalian tonton :
Dog Day Afternoon (1975)
Al Pacino, John Cazale
http://www.imdb.com/title/tt0072890/
Inside Man (2006)
Denzel Washington, Clive Owen
http://www.imdb.com/title/tt0454848/
How To Rob A Bank
Nick Stahl, Erika Christensen, Gavin Rossdale
http://www.imdb.com/title/tt0762104/
The Bank Job (2008)
Jason Statham, Saffron Burrows
http://www.imdb.com/title/tt0200465/
Masih banyak sebenernya film-film tentang perampokan bank, masih ada Going By The Book, High Life, dsb. Tapi film-film di atas dan sedikit film-film lain itulah yang udah saya tonton dari film-film bertema ini. Secara engga sadar, ternyata saya cukup banyak menonton film-film perampokan bank, dan mungkin ini salah satu tema favorit saya. Mungkin setelah beberapa kali menonton, saya sampai pada kesimpulan yang udah saya tulis diatas, perampokan bank itu keren! Saya jadi suka dan terus cari film-film seperti ini.
Postingan ini engga bilang perampokan bank itu baik kok, engga juga ngasih cara-cara untuk merampok bank. Kalau ada yang merampok bank setelah membaca tulisan ini, itu di luar tanggung jawab penulis. Cukup lah saya mempertanggungjawabkan kegantengan saya ini. Tapi kalau ada yang emang jadi mau merampok bank ya gapapa sih, seterah, urusannya sendiri-sendiri. Kalau engga berani merampok bank, kamu masih bisa ngelamar kerja di bank, atau kalau engga pengen atau pengen tapi belum keterima, kamu masih bisa nonton film-film tentang perampokan bank.
Karena perampokan bank itu keren!!
Kamis, 20 Mei 2010
IPMFOMKWSMTWMMKToY
Baiklah kalau saya memaksa, ayo nulis lagi. Sebenernya bingung juga mau nulis apa. belakangan saya kehilangan mood untuk menulis, entah emang engga ada bahan pembicaraan, bingung nulisnya gimana atau males aja, ah, saya benci alasan males. Padahal kalau saya mau, banyak juga yang bisa ditulis disini. Ya, sejak saya resmi tidak lagi menjadi mahasiswa -yang bahkan belum saya ceritakan disini- saya malah banyak kegiatan. Tapi ya itu, kegiatannya khas pengangguran, piknik, nonton film, berinteraksi dengan banyak rekan alias kelayapan, sama kadang-kadang mandi.
Bisa jadi saya engga punya semangat nulis karena pikiran saya terlalu tersita pada beberapa hal, baik yang penting maupun yang engga penting. Tapi kenapa hal-hal yang dipikirkan itu engga ditulis aja? engga tau.. hehe.. pokoknya males aja. Jangankan blog ini yang kudu nulis, blog satunya aja yang sharing mp3 aja engga di apdet, padahal kan tinggal copy paste aja.
Kalau kata orang, menulis itu harus jujur. Jadi buat saya kalau emang lagi engga pengen ya jangan dipaksa, ntar lecet. Kalau pengen tapi engga bisa juga jangan, apalagi kalau cuma biar blognya keliatan selalu diperbaharui. Lalu, kenapa sekarang ini nulis? Iya, bingung juga jawabnya. Sekarang saya nulis sih walaupun engga ada ide, ya saya menulis tentang saya tidak punya ide, saya nulis walaupun engga ada semangat, ya saya menulis bahwa saya tidak punya semangat untuk menulis. Blog bukan tugas mengarang pelajaran bahasa Indonesia.
Ah, saya jadi inget dulu pertama ngeblog awal kuliah. Hihihi.. blognya masih ada tapi jangan dibaca deh. Dulu saya semangat sekali ngeblog, segala kegiatan ditulis semua, dari yang lucu, engga lucu, engga lucu tapi dipaksakan menjadi lucu, engga lucu tapi emang ditulis tanpa niat biar jadi lucu. Blog saya yang dulu emang blog lawak, kalau dulu itu adalah blog lawak karena saya merasa bahwa hidup saya lucu dan dulu saya masih terlalu kagum pada si kambing itu sehingga gaya penulisan juga ikut terpengaruh, disamping memang saat itu saya masih sangat muda dan hidup saya ya emang banyak kejadian lucu, setidaknya bagi saya saat itu. Kalau sekarang, blog lama itu menjadi blog lawak karena kalau saya baca saat ini, saya engga habis pikir kok bisa ya dulu saya nulis hal-hal seperti itu dengan cara seperti itu.. haha.. but yeah, I was so young. Mungkin 10 tahun lagi saya ketawa guling-guling kalau baca tulisan saya sekarang, mungkin 20 tahun lagi saya lebih ketawa kalau baca tulisan saya 10 tahun lagi.
Saya lupa pertama ngeblog tuh tau dari mana, yang jelas saat itu blog baru saja marak, walau belum sebanyak sekarang, ya udah banyak sih, tapi setidaknya di lingkungan saya hidup masih sangat jarang. Mungkin satu fakultas cuma saya.. haha.. engga dink, cuma saya yang engga tau aja dulu siapa aja yang ngeblog. Pokoknya dulu saya paling keren deh, punya blog sendiri. Sekarang, blog saya paling cupu hihi..
Seru juga dulu banyak temen-temen blogger yang sekarang udah pada ilang, ada yang masih bahkan lebih serius, ada yang blognya masih ada tapi terakhir posting bertahun-tahun yang lalu, ada yang blognya udah bener-bener ilang. Diam-diam saya kangen temen-temen blogger saya jaman dulu itu.
Udah ah, pada dasarnya tulisan ini saya fungsikan sebagai pemicu saja, biar mood nulis ada lagi. Engga jelas nulis apa emang, dan engga perlu dibikin jelas.
Bisa jadi saya engga punya semangat nulis karena pikiran saya terlalu tersita pada beberapa hal, baik yang penting maupun yang engga penting. Tapi kenapa hal-hal yang dipikirkan itu engga ditulis aja? engga tau.. hehe.. pokoknya males aja. Jangankan blog ini yang kudu nulis, blog satunya aja yang sharing mp3 aja engga di apdet, padahal kan tinggal copy paste aja.
Kalau kata orang, menulis itu harus jujur. Jadi buat saya kalau emang lagi engga pengen ya jangan dipaksa, ntar lecet. Kalau pengen tapi engga bisa juga jangan, apalagi kalau cuma biar blognya keliatan selalu diperbaharui. Lalu, kenapa sekarang ini nulis? Iya, bingung juga jawabnya. Sekarang saya nulis sih walaupun engga ada ide, ya saya menulis tentang saya tidak punya ide, saya nulis walaupun engga ada semangat, ya saya menulis bahwa saya tidak punya semangat untuk menulis. Blog bukan tugas mengarang pelajaran bahasa Indonesia.
Ah, saya jadi inget dulu pertama ngeblog awal kuliah. Hihihi.. blognya masih ada tapi jangan dibaca deh. Dulu saya semangat sekali ngeblog, segala kegiatan ditulis semua, dari yang lucu, engga lucu, engga lucu tapi dipaksakan menjadi lucu, engga lucu tapi emang ditulis tanpa niat biar jadi lucu. Blog saya yang dulu emang blog lawak, kalau dulu itu adalah blog lawak karena saya merasa bahwa hidup saya lucu dan dulu saya masih terlalu kagum pada si kambing itu sehingga gaya penulisan juga ikut terpengaruh, disamping memang saat itu saya masih sangat muda dan hidup saya ya emang banyak kejadian lucu, setidaknya bagi saya saat itu. Kalau sekarang, blog lama itu menjadi blog lawak karena kalau saya baca saat ini, saya engga habis pikir kok bisa ya dulu saya nulis hal-hal seperti itu dengan cara seperti itu.. haha.. but yeah, I was so young. Mungkin 10 tahun lagi saya ketawa guling-guling kalau baca tulisan saya sekarang, mungkin 20 tahun lagi saya lebih ketawa kalau baca tulisan saya 10 tahun lagi.
Saya lupa pertama ngeblog tuh tau dari mana, yang jelas saat itu blog baru saja marak, walau belum sebanyak sekarang, ya udah banyak sih, tapi setidaknya di lingkungan saya hidup masih sangat jarang. Mungkin satu fakultas cuma saya.. haha.. engga dink, cuma saya yang engga tau aja dulu siapa aja yang ngeblog. Pokoknya dulu saya paling keren deh, punya blog sendiri. Sekarang, blog saya paling cupu hihi..
Seru juga dulu banyak temen-temen blogger yang sekarang udah pada ilang, ada yang masih bahkan lebih serius, ada yang blognya masih ada tapi terakhir posting bertahun-tahun yang lalu, ada yang blognya udah bener-bener ilang. Diam-diam saya kangen temen-temen blogger saya jaman dulu itu.
Udah ah, pada dasarnya tulisan ini saya fungsikan sebagai pemicu saja, biar mood nulis ada lagi. Engga jelas nulis apa emang, dan engga perlu dibikin jelas.
Langganan:
Postingan (Atom)