Sejak sepatu yang terinjak bagian belakangnya itu menjauh
maka seluruh dunia adalah permainan yang terhenti sementara.
Karena seluruh rima di jagat raya takkan bisa menggambarkan ruang yang telah terbentuk,
maka satu bulan adalah penantian seumur hidup.
Hingga semua manusia telah menyadari apapun bisa terjadi,
maka dosa yang sama terpaksa menjadi halal.
Ketika Tuhan telah bertransformasi menjadi halaman maya jejaring sosial,
meminta kepada-Nya menjadi pilihan utama.
Bahkan Tuhan yang satu ini tidak pernah menjawab.
Mungkin belum.
Berhenti pada konsep-konsep platonis bukan berarti berakhir.
Hanya menunggu Tuhan kembali bertransformasi dalam wujud lainnya.
Penjual nasi padang mungkin?
Seharusnya senja hari dua bulan lalu bersujudlah meminta
Sehingga tak perlu melihat senyum yang bermakna segalanya.
Setidaknya alasan manusia masa kini untuk menyelesaikan pendidikan akademis menjadi kian masuk akal.
Karena institusi itu yang akan menjadi cerita besar bagi apa yang akan kita produksi jika seluruh kehidupan terbaca dalam kurva permintaan dan penawaran.
Seharusnya aku tanya saja orang disebelahku waktu itu,
dia kelihatannya tidak akan berbohong.
Kadang aku mulai meragukan Milgram, jika Fat Mike iya kenapa kamu tidak?
Kecuali stenografi, aku tahu semua.
Maka lupakan Buzz Aldrin,
konspirasi terbesar terhampar di antara C3 dan C6!!
Saat pembangkangan terhadap billing server dan jam kerja dimulai, tumpukan skripsi tidak menjadi lebih penting dari sinema horor seminggu sekali.
Antara stick drum dan adzan magrib.
Aku berdoa pada Tuhan :
"Semoga nasi padang hari rabu kemarin terasa sangat nikmat baginya"
Minggu, 26 Juli 2009
Selasa, 21 Juli 2009
Safe ???
Dari Myspacenya No Use For A Name

Dari Myspacenya Mussrock

Dari Myspacenya No Use For A Name

Dari Global Voices Online

Dari Myspacenya No Use For A Name kolom Upcoming Show (Updated)

P.S : Saya tidak kenal Mussrock, tapi saya juga suka No Use For A Name
Dari Myspacenya Mussrock
Dari Myspacenya No Use For A Name
Dari Global Voices Online
Dari Myspacenya No Use For A Name kolom Upcoming Show (Updated)
P.S : Saya tidak kenal Mussrock, tapi saya juga suka No Use For A Name
Kamis, 16 Juli 2009
Saya Hanya Perlu Kesempatan (Dan Nyali)
Saya sering dihadapkan pada sebuah keinginan yang sebenarnya mungkin mudah untuk dijadikan kenyataan, tapi saya tidak menjadikannya mudah. Banyak keinginan saya yang tidak saya realisasikan hanya karena saya tidak tahu bagaimana harus memulainya. Sebenarnya saya tahu apa yang harus saya lakukan, tetapi saya selalu terhalang tembok yang saya bangun sendiri. Saya berbicara banyak tentang implementasi, kritik sana kritik sini tapi saya tidak bisa menerapkan apa yang telah saya katakan.
Sebenarnya saya hanya butuh kesempatan. Banyak orang bilang kesempatan tidak ditunggu, tetapi dicari, dikejar, diusahakan atau apalah istilahnya. Tapi saya tidak mengerti. Mungkin pengertian kesempatan bagi saya dan orang lain berbeda. Mungkin orang bilang ada kesempatan hanya saja saya tidak memiliki nyali untuk meraih kesempatan itu untuk mendapat keinginan saya. Mereka benar. Tetapi mereka tidak berada dalam posisi saya. Mereka tidak tahu saya terlalu lemah untuk gagal. Saya tidak punya nyali untuk menerima kekalahan. Maka saya tidak berani mengambil kesempatan dan yang ada hanya penyesalan.
Seperti saat ini, saya memiliki sebuah harapan. Saya tahu nilai harapan itu, resikonya, efeknya, hasilnya, bahkan mungkin segala aspek dari harapan itu. Saya tahu langkah-langkah yang harus saya ambil untuk mendapatkannya. Tapi saya tidak bisa memulainya. Saya selalu mengatakan pada diri saya untuk menunggu kesempatan. Saya masih belum mengerti kesempatan seperti apa yang saya maksud. Karena kesempatan yang dimaksud orang lain adalah melakukan hal sederhana.
Tidak. Ini tidak sesederhana itu untuk saya. Saya percaya pada mereka yang menyarankan untuk berharap setinggi mungkin. Saya percaya apapun itu dapat kita raih karena tidak ada yang tidak mungkin. Saya hanya menunggu kesempatan yang akan membawa saya mencapai harapan itu. Sekali lagi. Kesempatan. Kesempatan dalam bentuk yang saya pahami. Kesempatan dalam bentuk yang saya harapkan. Sangat memalukan karena itu artinya saya tidak mau berusaha. Saya hanya ingin jalan yang mudah. Saya malu. Saya hampir menangis.
Saya juga percaya pada mereka yang menyarankan untuk tidak berharap terlalu banyak, karena jika gagal akan sangat menyakitkan. Sebenarnya saya pikir tidak masalah, rasa sakit itu yang akan membuat kita kuat. Tapi entah kenapa sampai sekarang saya belum siap menerima rasa sakit itu.
Keduanya benar. Saya telah membuat standar saya sendiri. Standar yang semakin membuat saya tersiksa. Standar seorang lemah yang menciptakan batasan rasa sakitnya sendiri dan dengan bodohnya memposisikan diri berada pada batas rasa sakit itu tanpa berusaha bergerak selangkahpun. Satu langkah yang akan menentukan kesembuhannya. Maju atau mundur takkan menjadi masalah selama tidak berada dalam garis batas itu.
Jika ada yang bertanya, sejujurnya saya ingin maju.
Ingin sekali.
Kawan... saya benar-benar ingin harapan kali ini.
.....
So wake me up, before you leave today,
Something I need to say, 'cause there'll be nothing when you're gone.
Sebenarnya saya hanya butuh kesempatan. Banyak orang bilang kesempatan tidak ditunggu, tetapi dicari, dikejar, diusahakan atau apalah istilahnya. Tapi saya tidak mengerti. Mungkin pengertian kesempatan bagi saya dan orang lain berbeda. Mungkin orang bilang ada kesempatan hanya saja saya tidak memiliki nyali untuk meraih kesempatan itu untuk mendapat keinginan saya. Mereka benar. Tetapi mereka tidak berada dalam posisi saya. Mereka tidak tahu saya terlalu lemah untuk gagal. Saya tidak punya nyali untuk menerima kekalahan. Maka saya tidak berani mengambil kesempatan dan yang ada hanya penyesalan.
Seperti saat ini, saya memiliki sebuah harapan. Saya tahu nilai harapan itu, resikonya, efeknya, hasilnya, bahkan mungkin segala aspek dari harapan itu. Saya tahu langkah-langkah yang harus saya ambil untuk mendapatkannya. Tapi saya tidak bisa memulainya. Saya selalu mengatakan pada diri saya untuk menunggu kesempatan. Saya masih belum mengerti kesempatan seperti apa yang saya maksud. Karena kesempatan yang dimaksud orang lain adalah melakukan hal sederhana.
Tidak. Ini tidak sesederhana itu untuk saya. Saya percaya pada mereka yang menyarankan untuk berharap setinggi mungkin. Saya percaya apapun itu dapat kita raih karena tidak ada yang tidak mungkin. Saya hanya menunggu kesempatan yang akan membawa saya mencapai harapan itu. Sekali lagi. Kesempatan. Kesempatan dalam bentuk yang saya pahami. Kesempatan dalam bentuk yang saya harapkan. Sangat memalukan karena itu artinya saya tidak mau berusaha. Saya hanya ingin jalan yang mudah. Saya malu. Saya hampir menangis.
Saya juga percaya pada mereka yang menyarankan untuk tidak berharap terlalu banyak, karena jika gagal akan sangat menyakitkan. Sebenarnya saya pikir tidak masalah, rasa sakit itu yang akan membuat kita kuat. Tapi entah kenapa sampai sekarang saya belum siap menerima rasa sakit itu.
Keduanya benar. Saya telah membuat standar saya sendiri. Standar yang semakin membuat saya tersiksa. Standar seorang lemah yang menciptakan batasan rasa sakitnya sendiri dan dengan bodohnya memposisikan diri berada pada batas rasa sakit itu tanpa berusaha bergerak selangkahpun. Satu langkah yang akan menentukan kesembuhannya. Maju atau mundur takkan menjadi masalah selama tidak berada dalam garis batas itu.
Jika ada yang bertanya, sejujurnya saya ingin maju.
Ingin sekali.
Kawan... saya benar-benar ingin harapan kali ini.
.....
So wake me up, before you leave today,
Something I need to say, 'cause there'll be nothing when you're gone.
(No Use For A Name - International You Day)
Senin, 13 Juli 2009
No Use For A Name - Pacific Standard Time
Sleep is also known as i'm awake
Addicted to the easy life that everybody hates
I wonder should i call you or just stare in space again
There's always a beginning on your end
Somebody get me off this lonely sad parade
The differences a hundred miles but a couple months away
I'm saying hello just to say goodbye
You must be tired of waiting
Or making plans to go
Somewhere between an empty feeling and the worst one that you know
But i am saving every photograph of you
So every lie i live i see the truth
Cold December just got on the board
And every noise reminds me of the suitcase by the door
I wonder should i wake you up, i watch tv instead
These idiots are making me forget
How much you always forgive everything i do
The time and space begin of certain if i'm coming back to you
I'm saying this to let you know i try
You must be tired of waiting
Or making plans to go
Somewhere between an empty feeling and the worst one that you know
But i am saving every photograph of you
So every lie i live i see the truth
Somebody get me off this lonely sad parade
The differences a hundred miles but a couple months away
I'm saying hello just to say goodbye
Addicted to the easy life that everybody hates
I wonder should i call you or just stare in space again
There's always a beginning on your end
Somebody get me off this lonely sad parade
The differences a hundred miles but a couple months away
I'm saying hello just to say goodbye
You must be tired of waiting
Or making plans to go
Somewhere between an empty feeling and the worst one that you know
But i am saving every photograph of you
So every lie i live i see the truth
Cold December just got on the board
And every noise reminds me of the suitcase by the door
I wonder should i wake you up, i watch tv instead
These idiots are making me forget
How much you always forgive everything i do
The time and space begin of certain if i'm coming back to you
I'm saying this to let you know i try
You must be tired of waiting
Or making plans to go
Somewhere between an empty feeling and the worst one that you know
But i am saving every photograph of you
So every lie i live i see the truth
Somebody get me off this lonely sad parade
The differences a hundred miles but a couple months away
I'm saying hello just to say goodbye
Label:
musik,
no use for a name,
pacific standard time,
video
Sabtu, 04 Juli 2009
So Long, Bomb Goonies Society

Facebook memang berbahaya. Masa saya ketemu gitaris, basis sama drummernya The Ataris (asli lho) udah gitu request friend saya di approve pula hahaa.. untuk saya bukan groupies yang jail. Pertama saya bukan cewe dan kedua emang saya bukan penggemar yang sampe segitunya. Lagipula ketiga orang itu adalah anggota baru The Ataris, justru Kris Roe yang vokalis gitaris frontmannya itu kayaknya belum approve. Padahal The Ataris ya Kris Roe itu. Hahaha.. Sedikit cerita, saya suka The Ataris sementara sampai So Long Astoria. Soalnya album setelahnya, yaitu Welcome The Night-nya terlalu kelam, musiknya beda banget sama album-album The Ataris. Kayaknya si Kris Roe pengen bereksperimen dan berhasil. Sayangnya justru bikin The Ataris kehilangan banyak fansnya.. Tapi summer 2009 ini The Ataris akan mengeluarkan album baru, jadi saya tunggu saja apakah saya akan suka seperti era So Long Astoria atau album baru akan seperti Welcome The Night. Dari demonya di Myspace-nya sih kayaknya kembali kayak So Long Astoria. Gudlah...
Lhaaa.. malah cerita The Ataris. Bukan itu intinya. Intinya sekarang saya berteman dengan para personil band favorit saya walopun cuma di fesbuk... hahaha.. Milgram Was Right.
Selain urusan fesbuk itu, saya dalam 1 bulan belakangan berhasil mendownload 3 film yang alhamdulillah semuanya saya suka. Ihiiiii... Film-film itu adalah The Goonies, Bomb The System sama Dead Poets Society. Kayaknya postingan kali ini malah jadi postingan review. Padahal niatnya cuma mau cerita. Engga papa wis. Kalo saya cuma ngasih tau judulnya tapi engga di review ntar pada penasaran. Tapi kalo saya review buat yang belum nonton kan bisa ngiri.. haha.. (kebanyakan "haha" nih).
Oke. Film pertama adalah The Goonies. Lagi-lagi ada hubungannya sama The Ataris. Soalnya saya tau film ini dari internet waktu cari-cari liriknya So Long Astoria. Ternyata lagu itu terinspirasi dari The Goonies. Liriknya aja ada yang ambil dari film itu. Huaaa.. The Goonies ceritanya petualangan anak-anak pra remaja di Astoria yang menemukan peta harta karun milik One-Eyed Willy. Mereka kemudian mencarinya, tapi mereka harus menghadapi The Fratellis, kelompok penjahat lokal yang mengejar mereka karena mereka tahu persembunyiannya. Film ini bercerita tentang harta karun, persahabatan, dan semangat pantang menyerah (tenan oraaa.. ). Pokoknya gitulah. Ternyata banyak juga yang terinspirasi film ini selain The Ataris. Lha salah satu quote paling keren di film ini yaitu "Goonies never say die!" itu dipake buat judul lagunya Set Your Goals, trus nama penjahat The Fratellis sekarang kan nama band dari Skotlandia. Huehehe.. Review lengkap liat blog saya satunya di sini
Habis itu, saya donlot Bomb The System. Saya ngerti film ini dari mana ya? saya kok lupa. Tapi yang jelas saya tau dari internet waktu cari-cari soal stencil, grafitti dan street art lain. Maklum lagi seneng nyetensil kaos.. hehe.. Film ini emang ceritanya tentang grafiti. Bomb The System menceritakan Blest, seorang seniman grafitti yang paling dicari oleh NYPD Vandal Squad, divisi kepolisian New York bagian vandalisme, karena hobinya mengutil cat semprot dari toko lokal dan menggambar tembok-tembok kota New York dengan graffiti-graffitinya. Salah satu adegan paling saya suka waktu Alex mengajak Blest untuk ikut dengannya membuat stensil. Alex bilang " Ambil alih ruang publik. Ruang publik sekarang isinya iklan thok. Masyarakat udah di cuci otaknya. Mereka suruh beli barang-barang karena mereka pengen bukan butuh" (intinya begitulah.. ga tau juga wong saya nonton film itu engga ada subtitle-nya sama sekali.. ngandalin kemampuan listening saya yang parah ya gitu jadinya.. hehehe). Review lengkap liat blog saya satunya di sini.
Trus saya juga donlot Dead Poets Society. Film tahun 1989 ini ceritanya tentang anak-anak siswa sekolah asrama yang peraturannya sangat ketat dan ortodoks Welton Academy. Mereka kedatangan guru bahasa Inggris yang baru bernama Mr. Keating. Guru yang satu ini metode mengajarnya sangat tidak biasa. Kalo buat saya guru idaman kayak gini ini mungkin. Guru itu dulu juga alumni Welton. Dulu beliau bikin grup namanya Dead Poets Society, perkumpulan anak-anak yang suka baca puisi di sebuah gua kalo tengah malam (perkumpulan yang aneh.. :D). Dead Poets Society kemudian diadakan lagi siswa-siswanya sekarang. Guru Keating dan Dead Poets Society telah mengarahkan anak-anak Welton itu mau dan mampu berpikir bebas. Melihat dunia dari sisi yang berlawanan. Dengan semboyan "Carpe Diem (Seize The Day)", mereka menjalani hari-hari mereka di asrama dengan menghadapi permasalahan masing-masing. Film yang bagus untuk semua orang. Mungkin guru-guru dan dosen-dosen perlu melihatnya. Review di sini... Dead Poets Society sangat saya rekomendasikan untuk ditonton!!
Nah kalo pada mau donlot di sini aja nih :
The Goonies :
Download The Goonies (1985) di sini
Download The Goonies Indonesian Subtitle di sini
Bomb The System :
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Dead Poets Society :
Download Dead Poets Society di sini
Download English Subtitle Dead Poets Society di sini
Label:
aktivitas,
bomb the system,
dead poets society,
download,
facebook,
film,
harian,
milgram,
review,
sosial,
stensil,
the ataris,
the goonies
Jumat, 26 Juni 2009
Stenciled Tee
Huah.. setelah bertahun-tahun memiliki keinginan untuk punya kaos stencilan pilox, akhirnya kali ini terlaksana juga. Setelah berkali-kali diracuni D.I.Y ethics yang banyak saya baca lewat zine-zine seperti For Tomorrow dan Jalur Bebas, rasanya ini adalah salah satu implementasi saya pada apa yang saya selalu pikirkan dan banggakan. Haha...
Tadinya saya mau beli kaos polos di pasar Johar sekalian berapa gitu buat bikin-bikin. Tapi kayaknya saya dikutuk, setidaknya sampai saat ini. Susah banget kayaknya cari kesempatan buat cari kaos, maklum banyak jadwal pemotretan :p. Eh sekalinya bisa tokonya dah tutup, bukannya gak ada toko lain, tapi saya taunya cuma toko itu aja. Itu aja buat nyari tokonya butuh berhari-hari (berlebihan) karena saya belum pernah kesana, cuma berdasar petunjuk orang-orang yang udah pernah tapi ngasih petunjuknya engga jelas atau saya yang engga mudeng ya entahlah.
Sebenarnya bikin stenciled tee ini kan proyek dua orang. Saya sama satu lagi tuh si Atenk. Tapi sama terbentur masalah kesibukan. Kalo saya sibuk beneran, kalo dia pura-pura sibuk. Maklum band-nya dia kan baru saja masuk major label dan abis ngadain tur 13 kota di luar Jawa :D (band apakah itu?) Haha... *nek tenanan yo aku gawe band fastcore juga mendingan.* Blum cari pylox-nya, bikin skets-nya, tulisannya apa... hufff.. batal terus.
Akhirnya oh akhirnya, tiba-tiba di suatu malam Atenk mengirimkan sebuah pesan singkat "Ker, gw dah punya pilox neh". Dan saya sudah sejak lama bikin skets, yang akhirnya bertuliskan "HARK! IT'S A CRAWLING TAR-TAR".. haha.. (buat yang belum tau, Hark! It's A Crawling Tar-Tar adalah salah satu band Hardcore Indonesia yang sangat menakjubkan). Tapi saya belum punya kaos, aah kelamaan nunggu dapet kaos polos, saya pake aja kaos dalem saya yang bentuknya kaos (huhhahha.. maksudnya kaos dalem yang tipis itu tapi bentuknya T-shirt bukan singlet yang keliataan keteknya itu). Engga papa deh, lagian ini kan percobaan pertama, kalo jelek apa gagal jadinya engga papa. Kalo langsung pake kaos baru, gagal kan repot juga.
Oke deh, besok malemnya saya terbang ke kos Atenk Keparat itu, sambil ditemani gorengan yang engga anget lagi dan engga enak juga, pake es teh dan Something About Lola di Winamp, di mulailah projek biadab itu. Croott.. crooot.. sreettt... sreetttt...
dan

Jengjeeennggg.... jadi juga stenciled tee pertama saya. Masih keliatan gak rapi gitu ya.. engga papa ah pertama ini. Yang penting D.I.Y.. huahaha (curang, menjadikan D.I.Y sebagai pembenaran).
Rasanya asik juga bikin stenciled tee begituan, puas aja. Besok bikin lagi aah.. tulisannya apa ya? Udah ada ide dikit sih. Model nama ben kayak "The Ataris", "No Use For A Name", "Jimmy Eat World" dkk biar keliatan anak muda. Atau model melawan seperti "Smash Capitalism", "G8 Kills", "Food Not Bombs" biar keliatan rebel-rebelan gitu haha.. Pengennya sih model bak truk jalur Pantura kayak "Jangan Di Nikahi Bila Segel Rusak", "Tua Di Jalan", "Enak Tapi Dosa", Papa Pulang Mama Basah" dan sebagainya biar mengundang kontroversi.. Haaha..
*Oh iya, terima kasih buat Ringo Jalur Bebas yang bersedia mampir dan nge-link balik blog saya. Walopun kata pengkultusan tidak kami kenal, tapi rasanya tetap saja saya merasa bangga dikunjungi editor dari salah satu zine ternama di negeri ini.. huahaha.. Bayangkan saja orang yang kau kagumi menyapamu. Rasanya seperti berhasil berkenalan dengan mahasiswi adik kelas yang sudah berbulan-bulan kau kagumi tapi engga berani kenalan.. hahaha.
Tadinya saya mau beli kaos polos di pasar Johar sekalian berapa gitu buat bikin-bikin. Tapi kayaknya saya dikutuk, setidaknya sampai saat ini. Susah banget kayaknya cari kesempatan buat cari kaos, maklum banyak jadwal pemotretan :p. Eh sekalinya bisa tokonya dah tutup, bukannya gak ada toko lain, tapi saya taunya cuma toko itu aja. Itu aja buat nyari tokonya butuh berhari-hari (berlebihan) karena saya belum pernah kesana, cuma berdasar petunjuk orang-orang yang udah pernah tapi ngasih petunjuknya engga jelas atau saya yang engga mudeng ya entahlah.
Sebenarnya bikin stenciled tee ini kan proyek dua orang. Saya sama satu lagi tuh si Atenk. Tapi sama terbentur masalah kesibukan. Kalo saya sibuk beneran, kalo dia pura-pura sibuk. Maklum band-nya dia kan baru saja masuk major label dan abis ngadain tur 13 kota di luar Jawa :D (band apakah itu?) Haha... *nek tenanan yo aku gawe band fastcore juga mendingan.* Blum cari pylox-nya, bikin skets-nya, tulisannya apa... hufff.. batal terus.
Akhirnya oh akhirnya, tiba-tiba di suatu malam Atenk mengirimkan sebuah pesan singkat "Ker, gw dah punya pilox neh". Dan saya sudah sejak lama bikin skets, yang akhirnya bertuliskan "HARK! IT'S A CRAWLING TAR-TAR".. haha.. (buat yang belum tau, Hark! It's A Crawling Tar-Tar adalah salah satu band Hardcore Indonesia yang sangat menakjubkan). Tapi saya belum punya kaos, aah kelamaan nunggu dapet kaos polos, saya pake aja kaos dalem saya yang bentuknya kaos (huhhahha.. maksudnya kaos dalem yang tipis itu tapi bentuknya T-shirt bukan singlet yang keliataan keteknya itu). Engga papa deh, lagian ini kan percobaan pertama, kalo jelek apa gagal jadinya engga papa. Kalo langsung pake kaos baru, gagal kan repot juga.
Oke deh, besok malemnya saya terbang ke kos Atenk Keparat itu, sambil ditemani gorengan yang engga anget lagi dan engga enak juga, pake es teh dan Something About Lola di Winamp, di mulailah projek biadab itu. Croott.. crooot.. sreettt... sreetttt...
dan
Jengjeeennggg.... jadi juga stenciled tee pertama saya. Masih keliatan gak rapi gitu ya.. engga papa ah pertama ini. Yang penting D.I.Y.. huahaha (curang, menjadikan D.I.Y sebagai pembenaran).
Rasanya asik juga bikin stenciled tee begituan, puas aja. Besok bikin lagi aah.. tulisannya apa ya? Udah ada ide dikit sih. Model nama ben kayak "The Ataris", "No Use For A Name", "Jimmy Eat World" dkk biar keliatan anak muda. Atau model melawan seperti "Smash Capitalism", "G8 Kills", "Food Not Bombs" biar keliatan rebel-rebelan gitu haha.. Pengennya sih model bak truk jalur Pantura kayak "Jangan Di Nikahi Bila Segel Rusak", "Tua Di Jalan", "Enak Tapi Dosa", Papa Pulang Mama Basah" dan sebagainya biar mengundang kontroversi.. Haaha..
*Oh iya, terima kasih buat Ringo Jalur Bebas yang bersedia mampir dan nge-link balik blog saya. Walopun kata pengkultusan tidak kami kenal, tapi rasanya tetap saja saya merasa bangga dikunjungi editor dari salah satu zine ternama di negeri ini.. huahaha.. Bayangkan saja orang yang kau kagumi menyapamu. Rasanya seperti berhasil berkenalan dengan mahasiswi adik kelas yang sudah berbulan-bulan kau kagumi tapi engga berani kenalan.. hahaha.
Label:
aktivitas,
d.i.y,
hark it's a crawling tar-tar,
jalur bebas,
kaos,
stensil
Jumat, 19 Juni 2009
Six Degrees Of Separation
Wah, saya sedang kehabisan ide untuk membahas sesuatu. Jadi saya copas saja artikel lama saya yang dulu saya posting di blognya Maxalmina. Itu tentang salah satu teori sosial yaitu Six Degrees of Separation. Jadi begini ceritanya...
Six Degrees of Separation adalah sebuah teori yang mengatakan bahwa setiap manusia di bumi memiliki hubungan dengan siapapun manusia lainnya hanya terpisah sejauh 6 orang. Hal ini pertama kali dicetuskan oleh penulis cerpen Hungaria bernama Frigyes Karinthy di tahun 1929. Namun, psikolog sosial asal Universitas Harvard bernama Stanley Migram-lah yang berhasil yang membuktikan kebenaran premis ini di tahun 1967.
Jadi siapapun anda, memiliki hubungan dengan siapapun di dunia ini hanya sejauh 6 orang. Jika anda seorang mahasiswa biasa-biasa saja dari sebuah universitas biasa-biasa saja di sebuah kota yang biasa-biasa saja di Indonesia, pernahkah terpikir bahwa anda hanya terhubung dengan 6 orang terhadap misalnya orang-orang hebat dari negara yang katanya hebat, Amerika. Siapa aktor hollywood yang anda puja? Angelina Jolie? Maka anda hanya terpisahkan 6 orang dalam hubungan anda dengan Angelina Jolie. Mungkin kurang dari 6 orang.
Terdengar tidak masuk akal?
Mari kita coba dengan Dian Sastro dan Jodie Foster. Di dalam industri film, kita bisa berasumsi bahwa jika aktris A dan aktris B bermain dalam film yang sama, keduanya saling mengenal, kecuali figuran. Nah Dian Sastro bermain bersama Frans Tumbuan dalam Ada apa dengan Cinta, Frans Tumbuan bermain dengan Martin Kove di film Without Mercy, Martin Kove pernah bermain bersama Charles Napier di Extreme Honor, dan Charles Napier bermain bersama Jodie Foster dalam film Silence of the Lambs. Jadi pada jaringan bintang film dunia, jarak antara Dian Sastro dan Jodie Foster adalah empat dari rata-rata enam tadi, ini jarak yang sangat dekat jika dibanding dengan ratusan ribu bintang film yang ada di antara kedua negara asal aktris-aktris tersebut.
Anda mungkin akan berkata " Itu kan artis, ya iyalah."
Mari kita buktikan dengan saya, .. haha..
Antara saya dengan para anggota salah satu band favorit saya dari negara yang katanya hebat itu,MxPx dari Amerika Serikat.
Saya mengenal Vivid Wicaksono (personil Rajin Pangkal Pandai, Scream of Oi!, Dead Alley, dst). Vivid mengenal Eka Rock (Superman is Dead), dan tentu saja Eka Rock mengenal MxPx karena SID adalah band pembuka MxPx sewaktu mereka konser di Jakarta dan bahkan Eka Rock sempat bermain bass untuk MxPx pada lagu Chick Magnet.
Lihat, bahkan saya hanya membutuhkan 2 orang antara saya dan MxPx.

Apakah contoh yang saya berikan kurang memuaskan? Mungkin bagi anda MxPx kurang terkenal. Haha.. Beri komentar jika contoh ini kurang memuaskan.
Teori ini pula yang sebenarnya mendasari lahirnya situs-situs jejaring sosial seperti Friendster, dan Facebook. Kita sendiri sering dalam obrolan sehari menemukan bahwa ternyata teman kita adalah teman dari teman kita yang lain, dari teman baru kita, dari sepupu kita, dari temannya ketua RT tempat kita tinggal, dari anak dosen kita, dan sebagainya. Dan akhirnya kita berkata "Dunia itu sempit ya?"
Maka, apakah anda percaya dengan teori ini?
Six Degrees of Separation adalah sebuah teori yang mengatakan bahwa setiap manusia di bumi memiliki hubungan dengan siapapun manusia lainnya hanya terpisah sejauh 6 orang. Hal ini pertama kali dicetuskan oleh penulis cerpen Hungaria bernama Frigyes Karinthy di tahun 1929. Namun, psikolog sosial asal Universitas Harvard bernama Stanley Migram-lah yang berhasil yang membuktikan kebenaran premis ini di tahun 1967.
Jadi siapapun anda, memiliki hubungan dengan siapapun di dunia ini hanya sejauh 6 orang. Jika anda seorang mahasiswa biasa-biasa saja dari sebuah universitas biasa-biasa saja di sebuah kota yang biasa-biasa saja di Indonesia, pernahkah terpikir bahwa anda hanya terhubung dengan 6 orang terhadap misalnya orang-orang hebat dari negara yang katanya hebat, Amerika. Siapa aktor hollywood yang anda puja? Angelina Jolie? Maka anda hanya terpisahkan 6 orang dalam hubungan anda dengan Angelina Jolie. Mungkin kurang dari 6 orang.
Terdengar tidak masuk akal?
Mari kita coba dengan Dian Sastro dan Jodie Foster. Di dalam industri film, kita bisa berasumsi bahwa jika aktris A dan aktris B bermain dalam film yang sama, keduanya saling mengenal, kecuali figuran. Nah Dian Sastro bermain bersama Frans Tumbuan dalam Ada apa dengan Cinta, Frans Tumbuan bermain dengan Martin Kove di film Without Mercy, Martin Kove pernah bermain bersama Charles Napier di Extreme Honor, dan Charles Napier bermain bersama Jodie Foster dalam film Silence of the Lambs. Jadi pada jaringan bintang film dunia, jarak antara Dian Sastro dan Jodie Foster adalah empat dari rata-rata enam tadi, ini jarak yang sangat dekat jika dibanding dengan ratusan ribu bintang film yang ada di antara kedua negara asal aktris-aktris tersebut.
Anda mungkin akan berkata " Itu kan artis, ya iyalah."
Mari kita buktikan dengan saya, .. haha..
Antara saya dengan para anggota salah satu band favorit saya dari negara yang katanya hebat itu,MxPx dari Amerika Serikat.
Saya mengenal Vivid Wicaksono (personil Rajin Pangkal Pandai, Scream of Oi!, Dead Alley, dst). Vivid mengenal Eka Rock (Superman is Dead), dan tentu saja Eka Rock mengenal MxPx karena SID adalah band pembuka MxPx sewaktu mereka konser di Jakarta dan bahkan Eka Rock sempat bermain bass untuk MxPx pada lagu Chick Magnet.
Lihat, bahkan saya hanya membutuhkan 2 orang antara saya dan MxPx.
Apakah contoh yang saya berikan kurang memuaskan? Mungkin bagi anda MxPx kurang terkenal. Haha.. Beri komentar jika contoh ini kurang memuaskan.
Teori ini pula yang sebenarnya mendasari lahirnya situs-situs jejaring sosial seperti Friendster, dan Facebook. Kita sendiri sering dalam obrolan sehari menemukan bahwa ternyata teman kita adalah teman dari teman kita yang lain, dari teman baru kita, dari sepupu kita, dari temannya ketua RT tempat kita tinggal, dari anak dosen kita, dan sebagainya. Dan akhirnya kita berkata "Dunia itu sempit ya?"
Maka, apakah anda percaya dengan teori ini?
Langganan:
Postingan (Atom)